Kegelapan itu segera sirna dengan hadirnya suara ayam yang mempersiapkan diri untuk berkokok,
sang fajar telah hadir dengan senyum keindahannya menyapa dunia....
Dengan seketika aku terbangun dan kemudian disusul suara dering alarm yang telah aku minta sesuai dengan jam yang aku inginkan, pagi itu cahaya indah menerangi gubukku, cahayanya masuk melalui sela jendela kamarku...
Dan akupun membuka jendela itu, benar saja...
udara sejuk itu meniupku untuk meminta segera beranjak dari tempat tidur dengan empat bantal yang empuk dengan ditemani satu guling kesayangan dan selimut tebal yang masih menutupi setengah kaki ini...
Berat rasanya badan ini untuk beranjak, kasurpun tak rela untukku tinggalkan...
apalah daya aku telah janji untuk pengambilan gambar dengan kawan - kawan komunitas yang telah aku bangun dengan keringat dan air mata.... ya ! komunitas vespa !
Seraya waktu yang bergulir cepat, seraya itupula aku bersiap - siap dan mulai menyalakan skuter butut kesayangan (karniee) untuk menapaki jalan ke tempat tujuan, akupun berkendara dengan memperhatikan gaya dan keselamatan, entah mengapa akupun ingin membawa 2 pelindung kepala. Sedangkan aku berkendara hanya seorang diri, yasudahlah...
Tak menyangka di tengah perjalanan, ku melihat seorang ibu terbaring di pinggir jalan dengan memeluk anaknya erat dan motor yang digunakannyapun ikut terbaring, tersadarkanku akan peristiwa yang terjadi dengan seketika aku membantu mereka, waktupun bergelut cukup lama sampai akhirnya masalahpun terselesaikan dengan baik...
Akupun masih harus lanjut menapaki jalan untuk segera sampai ke tempat tujuan, melewati sungai, gedung tinggi menjulang, pasar yang menjajakan berbagai macam mainan anak - anak, Aku melihat dari kejauhan ada yang berbeda diantara mereka...
Hmmm ternyata ada sesosok wanita dengan kulit putih bersih, rambutpun terurai panjang terawat... dan akupun sampai di tempat yang dituju, suatu toko kelontong yang cukup terkenal dengan angka sebagai namanya...
Memulai perbincangan hangat, akupun duduk di sampingnya dengan biasa tanpa ada rasa yang istimewa, bercengkrama dengan mereka yang telah menungguku, aku membuat suasana pagi itu terasa hangat dengan bercerita kejadian yang aku temui di pertengahan jalan sebelum aku sampai di tempat tujuanku...
Pernah beberapa kali aku berbicara sambil melirik dia yang ternyata dia dengan muka yang serius mendengarkan aku yang sedang bercerita dengan reaksi yang menarik, akupun mulai menilai dia adalah sosok pendengar yang baik...
Akupun memulai pembicaraan dengannya, ternyata selain sosok pendengar yang baik, dia juga lawan bicara yang asik, aku yang merasakan ada hal yang berbeda ketika berbicara dengannya, bukan ! bukan suka ! tapi hal yang bisa membuat tatanan indah dengan rasa baru yang aku harus tau rasa apa yang ada didalamnya...
Anginpun berhembus membisikkanku untuk bertanya tentangnya, ternyata dia adalah lulusan siswa
sekolah menengah kejuruan desain yang mempunyai mimpi sebagai perancang busana fesyen, ingin melanjutkan kuliah perancang busana dan sekarang sudah bekerja di salah satu perusahaan besar swasta yang bergerak dibidang pelayanan jasa... tempat singgah orang yang tidak sehat ? Bukan ! tapi tempat singgah untuk mendapatkan suatu relaksasi, kenyamanan, privasi dan keindahan.... tau gak ? ya, tebak sendiri aja deh...
Salah satu dari merekapun tiba - tiba berteriak memberikan aba - abanya bahwa pengambilan gambar sudah bisa dijalankan, dan teman yang ditunggupun akhirnya datang... bergerak cepat menuju lokasi, menapakkan ke lokasi dengan skuter kamipun beriringan dijalan menunjukkan keindahan skuter yang kita gunakan..
Orang disekitar kamipun sontak menengok kearah kami dan tersenyum senang melihat kami dengan skuter kami yang indah...
Pengambilan gambarpun sudah dimulai, kamipun sibuk mempersiapkannya, beberapa scene telah diambil, ketika berpindah lokasi langitpun menampakkan perubahannya, ya, terang benderang berubah menjadi gelap sendu, spertinya langit sedang bersedih dan ingin menitihkan air matanya untuk membasahi bunga - bunga indah di taman ini yang terlihat sedikit mengering...
Langitpun gelap sendu dan menitihkan airmatanya melalui awan yang mengitam dan bungapun menari bahagia karena telah dibasahi setelah sebelumnya terjemur terik matahari, tanpa ada manusia yang mau memperdulikan agar mereka tetap terlihat indah di taman ini...
Langitpun berhenti menangis, dan kamipun melanjutkan kegiatan. Tawa canda mangiringi pengambilan gambar saat itu, mereka terlihat bahagia menjalankannya walau telah basah terkena tangisan langit melalui awan tadi, akupun tak ketinggalan untuk memperhatikan dia yang sedang sibuk membetulkan pelindung kepala milikku. Seketikapun aku tergerak untuk membantunya, setelah selesai aku betulkan tiba - tiba kedua tanganku bergerak keatas dan memasangkan pelindung kepala tersebut ke kepalanya. "Bak seorang raja yang memberikan mahkota kebesarannya kepada seorang putri kerajaan" , eit.. lupakanlah. Dan ketika itu pula mata ini tak sengaja menatap matanya yang berkaca - kaca seakan aku dibawa ke dalam tubuhnya dan akupun melihat jantungnya berdetak cepat dan mengeluarkan nada syahdu yang berirama merdu berbunyi sepenggal kata tipis " thank you " yang keluar dari bibir manisnya ....
Seketika aku merasakan hal yang lain, rasa yang lebih dari awal saat bisa berbicara, bertatap muka dan tertawa kecil, aku tak tau ini rasa apa, dan akupun mulai menghapus rasa itu...
Yak! langitpun kembali menangis deras, merekapun berhamburan untuk melindungi diri dari tetesan deras air mata langit dari awan hitam, akupun demikian tetapi tidak dengan dia. Dia tetap berjalan tenang menikmati air mata langit yang menangis, berjalan menghampiriku yang melindungi diri... Aku melihat dia laksana putri hujan yang sedang berinteraki, untungnya dia gak memakai selendang dan pakaian seperti di film- film Brahmakumbara (yang kalo kemana - mana naik elang/ garuda)...
Diapun menghampiriku untuk melindungi diri dan duduk disampingku, aku dan mereka saling berkomunikasi ceria, tertawa, melempar celotehan yang bisa menghangatkan udara yang dingin karena air mata langit yang jatuh dari awan hitam. Aku mulai autis dengan telepon pintarku (nama buah), tak sengaja aku membuka daftar buku telp (kontak) dan masih tepampang nama dia dengan nomornya, teringat ketika bercengkrama dengannya di awal pertemuanku aku sempat memintanya nomor telepon dengan maksud ingin menjadikan dia sebagai model usahaku yang sedang aku rintis bersama sahabat. Tanpa berfikir panjang akupun mencobanya untuk mengirimkan pesan singkat kepada dia yang sedang duduk tepat disampingku, aneh memang sih tapi ya namanya mencoba peruntungan. " Manusia hanya bisa berusaha tapi tetap Tuhanlah yang menentukannya " .....
Dan diapun merespon dengan membalas pesanku dengan baik, " hehe, deket2an aja ngirimin pesan singkat ". Waktupun berjalan marathon, pengambilan gambar untuk hari ini di pending untuk hari berikutnya disaat langit telah menampakkan kebahagiaannya, itulah waktu dimana aku mengenalnya dengan singkat dan bersyukur karena temanku membawanya....
" Katakan ini apa namanya, diamkan rasa tuk seketika ku ingin mengenalnya lebih, mengetahui matanya yang berbicara, bibirnya yang tersenyum manis, suaranya yang lembut indah mempesona. biarkan waktu berjalan, dan akan kutemukan rasa yang ada "
Akupun menapaki aspal jalanan kembali untuk pulang ke gubuk ku yang indah, hari tlah berganti... langit gelap merubah dirinya menjadi terang dan waktupun berputar seiriing dengan gerak detik, menit dan jam..
Pembicaraanpun berlanjut hangat, teringat aku saat membuka teman dikamarku perangkat seperti komputer berukuran 14". terlihat aplikasi untuk berbicara online berlogokan "S" dengan waktu yang bersamaan aku menannyakan akun kepadanya, dan ternyata diapun punya, ya tanpa berfikir panjang aku langsung menjadikannya teman berbicara onlineku...
Komunikasipun berlanjut di aplikasi berbicara online tersebut, tawa canda menemaniku saat berkomunikasi dengannya, begitupun seterusnya dengan lancarnya komunikasi dikala malam yang gelap gulita, ditemani secangkir hangat cappuccino akupun terus berkomunikasi dengannya sampai tak terasa waktupun menunjukkan pergantiannya yang tinggal satu jam lagi sang fajar akan datang untuk menyapa pagi. Di setiap malamku sekarang sudah ada yang menemani dan sedikit disibukkan akan rasa, rasa yang aku belum tau apa namanya.
Seiring waktu yang terus berjalan pembicaraan semakin terasa dekat, ya layaknya sepasang kekasih yang sedang memadu kasih. Aku merasa sudah mengenalnya lama dan baru dipertemukan lagi oleh tuhan oleh seorang temanku, ya pembicaraannya semakin kesini semakin seperti teman lama yang sudah lama tidak bertemu... dekat, ya semakin dekat sampai muncullah panggilan diri, dia memanggilku dengan sebutan "captain" dan akupun memanggil dia dengan sebutan "prajurit" (entah dengan proses yang panjang sampai akhirnya nama itulah yang digunakan). Aku merasa kehadirannya yang tiba-tiba membuat aku mudah melupakan "sang Penghuni Hati sebelumnya", dan belum pernah aku bertemu dengan wanita yang bisa mmbuat aku lupa dengan masa lalu " Don't close the book just turn on the page " mungkin kalimat itu yang pas mewakili hati ini yang tak pernah terindahkan setelah penghuni sebelumnya....
"Jangan pernah berani untuk menutup matamu ketika sang mahkota ingin menduduki singgasanamu yang lama tak terawat itu... pertahankan tuk menatap walau terkadang angin kencang meniupnya.... "
Pembicaraan dikala malampun berubah hangat, banyak ditemukan hal yang sama, sama-sama menyukai hal yang masing-masing sukai.... dari warna kesukaan, mobil impian, makanan favorit, band kesukaan, hobi, dan yang bikin aku diam ketika dia menyukai kopi juga dan cappuccino pula... yah intinya saling menyukai apa yang kita sukai, dan ini kali pertama aku menemukannya, sempat berfikiran kalau dia seperti wanita lain yang pernah aku kenal, manis diawal pas kesananya ketauan deh klo mereka itu ribet dan berteriak dengan keluhan berbagai macam alasan yang gak masuk akal. Dan aku tak menemukan pada dirinya, selama aku mengenal dia yang tak pernah mengeluh sedikitpun, sabarnya luar biasa (sampai saat inipun belum pernah melihat dia memerahkan mukanya, menekuk mukanya atau melecekkan mukanya), dia yang mudah tersenyum sehingga membuat suasana ini selalu tersenyum senang, dia yang mau menerima aku apa adanya bukan adanya apa, diatara wanita lain yang aku dekati cuma dia yang mau naik skuter bututku, mau menunggu aku membetulkan skuter butut ini dipinggir jalan tanpa malu dia mengajakku berbincang, tertawa. aku melihat ini sebagai keanehan yang sangat jarang sekali didapatkan momen dimana ada wanita manis berparas cantik (pustun), berkulit putih beramput panjang terurai mau menemani aku yang biasa saja tak tampan hanya menarik (kata orang lain) sedang membetulkan skuter butut dipinggir jalan dengan tangan yang menjadi hitam karena terlumuri oli, dan dia pun mengambil tisu basah dari tasnya kemudian mengelapkannya ke kedua tangan hitam ini....
" Sungguh kali ini aku percaya kalau bidadari itu benar - benar nyata, buktinya aku melihat dan merasakan tangannya yang halus menyentuh tanganku yang kotor dan hitam ini, dan tuhan telah mengirimnya untuk hadir dikehidupanku.... "
Dia yang selalu tersenyum manis, tak henti memperhatikanku yang sedang sibuk dengan skuter butut, tidak seperti wanita lain yang aku kenal, mereka selalu mengeluh panas, capek dan berakhir sibuk dengan telpon genggamnya yang pintar (autis)....
Aku bersyukur kepada tuhan yang telah mempertemukan wanita yang langka, ya, langka... 1 : 1000 bahkan 1000000, jadi patut untuk dilestarikan kalau tidak bisa punah.... waktu bersamanya aku manfaatkan dengan baik, dan skuter bututkulah kendaraan yang setia menemaninya. aku mulai mengerti dan memahami apa rasa dibalik semua ini...
Salah satu rumah makan di daerah cikini dengan ejaan jadulnya dengan tema jadulnya juga mengawali perbincangan hangat (kopi darat) malam hari, kali ini komunikasi bertemu muka ditemani dengan kopi, ice cream dan cemilan, cepuyuh cebeyas hehee, mata ini terus menatap matanya sambil mensruput kopi pesananku rasa ini semakin ingin keluar dan menggebu, aku tak tahu apa namanya dan terus akupun mencari tahu... aku bertanya kepadanya arti seorang ibu di kehidupannya, diapun bercerita begitu dalam mengenai arti seorang ibu dalam idupnya, kenapa aku tanya ibu ? karena sampai detik ini pahlawan di kehidupanku adalah " IBUKU ". Ibu yang rela melakukan apa saja hanya ingin melihat anaknya sukses, dia rela kepala dijadikan kaki, kaki dijadikan kepala hanya untuk melihat aku sukses, dia rela menahan laparnya demi anaknya yang kelaparan bisa merasakan nikmatnya makanan, dia yang selalu tersenyum tidak pernah mengeluh sedikit katapun ketika harus berpanas-panasan menunggu bis hanya untuk mengantarku lomba, casting padahal aku tahu kalau dia capek sekali, keringatnya yang membuktikan itu, dia yang selalu sabar menghadapi dan melayani aku yang sedikit bawel ketika kecil, beberapa kalimat darinya yang tak akan aku lupakan dalam kehidupanku :
" Hanya perlu 3 kata untuk diterima dalam hidup : Maaf, Tolong dan Terima Kasih "
" Lakukanlah dan Tampilkan yang terbaik "
" Mau dimanapun Sekolahnya semua itu tergantung individunya, karena hanya individulah yang bisa membawa kearah mana kapal berlabuh "
" SATU Kesalahan bisa menghancurkan SERIBU Keberhasilan "
" Jangan pernah berfikir apa yang sudah mereka kasih, tapi berfikirlah apa yang sudah kita berikan ke mereka (orangtua) "
" Wanita tangguh adalah dia yang tidak pernah mengeluh dengan kondisi dan keadaan apapun "
" Kalau kita melakukan segala sesuatunya dengan ikhlas, maka rasa capek dan letih pun tidak akan dirasakan "
Ibuku adalah pahlawan dalam kehidupanku, beliau adalah wanita tangguh yang cinta sama keluarga dan buku...
Hari terus berganti, waktu terus berlalu, Minggupun tak terasa hadir begitu cepat, aku pergi kembali dengannya bersama skuterku kita scooterun menuju taman, dan kemudian singgah di sebuah kedai kopi langgananku di bilangan senayan, tempat duduk sofa di pojok kanan mengarah jalan di ruangan yang dingin, Sepasang cangkir cappuccino menemani obrolan hangat hari itu... dia duduk tepat disampingku dan obrolanpun dimulai, berbagai macam pertanyaan dan penjelasanpun aku lontarkan, seru dan asik dua kata yang mewakili perasaan saat itu, rasa yang aku tanya dan aku tak tahu namanya seakan telah tegas menggoreskan jawabnnya dan rasa itu adalah :
" Aku Jatuh Cinta kepadamu dengan TELAK ! "
Ya, kali ini rasa itu memperkenalkannya di depanku.. rasa itu satu, satu kata, kata rasa , rasa bahagia, bahagia tak berasalan, alasan mengapa, karena itu " CINTA ", cinta itu akan hadir dengan tiba-tiba tanpa kita tahu bagaimana cara dia masuk, cinta itu hadir tanpa alasan kenapa.. cinta juga pergi tiba - tiba kan ?
Kedai kopi itu menciptakan kesan pertama yang begitu menggoda, selanjutnya terserah anda.... hehe. Ya, karena cappuccino yang menjelaskan rasa itu, dan cappuccinolah yang mempertemukan cinta, aku ingin perjalanan ini seperti cappuccino dengan frappe, akan lebih terasa nikmat ketika sampai dilidah dan di tenggorokkan, dan akupun mau membuat perjalanan yang langka dan aneh ini akan berasa nikmat ketika dikonsumsi, melihat kopi dihadapanku seketika aku menyimpulkan :
" Cinta itu layaknya kopi, akan terasa pahit kalau kita gak tau cara menikmatinya "
Aku akan membawa perjalanan ini akan Kebahagiaan yang Sederhana, karena menurutku mendapatkan kebahagiaan itu gak harus mahal, mewal dan berkelas, menurutku :
" Kebahagiaan itu Sederhana, sesederhana aku yang selalu membuatmu tersenyum di setiap harinya "
Karena dia juga aku bisa bangun dan menuliskan puisi-puisiku kembali setelah berberapa tahun aku tinggalkan, karena dia aku jadi semangat mengejar mimpiku, karena dia aku jadi semangat untuk menulis kembali, karena dia aku jadi sering berkata " Terima Kasih Tuhan ".
Sekrang aku tahu alasannya kenapa waktu itu aku membawa 2 pelindung kepala, kenapa aku semangat membuat komunitas skuter, kenapa saat itu aku mau membuka perangkat keras dan tiba-tiba mataku tertuju pada satu aplikasi berbicara online, alasannya itu kamu , ya ! " Hati ini KAMU ", kamu yang dikirmkan tuhan melalui temanku untuk menghiasai istana hati ini yang lama ku tinggalkan, kamu yang menghangatkan hati ini yang lama membeku, kamu yang dapat membuka gembok yang telah bertahun2 terkunci... kamulah putri khayangan yang pernah aku temukan dalam mimpiku, ya ! " Dirimulah PUTRI KHAYANGAN itu " yang bersedia singgah di istana kumuhku dan mau membangun kembali istana kumuh menjadi istana yang dihormati. Aku hanya berharap dialah wanita terakhir untukku, ada kala dimana waktu untukku menyatakan rasa yang aku temukan ini kepadanya....
Yang jelas sekarang aku tahu kenapa aku punya vespa, kenapa aku suka sama vespa, karena " Vespa itu ASMARA ! " dengan vespa aku menilai dia... dengan vespa ku menemukan cinta...
Dan aku sebut ini dengan " Hot CAPPU with FRAPPE "
@Fajarbrata_ #Cappuccilove
-kedai kopi-







0 komentar:
Posting Komentar