Baberapa kata menghapus segala makna, tak tertepis menatap semua duka...
Hati ini lama tak berjumpa cinta, hampa tak terisi arti....
Sedikit mengikuti gaya ombak...
Menuruti keinginan gerak...
Tertatih menuju cita dan angan...
Ku berusaha menggerakkan, semua rasa kebal ini...
Menolehku ke arah berlawanan, seiring waktu yang berputar beriringan...
Hati kini mencari pengganti sayap yang tlah patah...
Ku berdiri dengan usaha pasti...
Menatap tajam arah tujuan...
Teriakan harapan agar digubris sekam...
Tak mengertiku akan kata...
Yang dilihat hanya bahasa...
Seketika ku mengedipkan, seirama daun yang berguguran...
Pohon itu rindang seakan hilang terhempas angin kencang yang lancang...
Suara kerasku tetap berirama lantang...
Teriakku membuat mereka menutup telinga...
Aku berlirih bisu mendekap kelam...
Sadarku akan satu hal...
Kelak kukan tegak berdiri...
Memegang erat jari jemarimu...
Mengantarkanmu dengan langkah beratku...
Untuk menuju cahaya biru...
Hiraukan semua suara sumbang...
Membuatmu yakin tuk tetap melangkah pasti...
Jangan hentikan langkah tetap pidahkan kakimu dengan tatapan tajammu...
Percaya sang indah akan hadir di kehidupan kita kelak...
Menjawab semua suara yang datang tanpa di undang...
Percaya pada satu hal dengan 5 kata "cinta" ....
Ku kan membawamu dengan caraku tenggelam dalam bahagia...
Kita bangun kapal keindahan tanpa nahkoda...
Satu ombak telah kita terjang, ikuti arah laju angin...
Tetap tajamkan arah pandangmu...
Untuk kehidupan kita yang indah dan bahagia dengan sederhana...
"biarkan aku melakukannya dengan caraku sendiri"
Tajamkan Arah Pandangmu
Very soon I'm hoping that I...
- IBU -
5 Huruf Penting....
Penari Hujan dan Sang Rembulan Malam
Pantai itu mengatakannya
Ketakutanku untuk tidak mandapatkan kagum seketika hilang, hanya keberanian yang muncul tuk dapat mengungkapkannya kepadamu wahai pantai indah berteman butir pasir putih yang cantik. Aku mencoba untuk menutupkan mata, apakah ini yang aku rasa? rasanya tak mungkin kalau yang hadir hanya kagum, mungkin ada rasa lebih dari sekedar mengagumi. Berlariku ke arah mata angin, mengikuti gelombang pasang kutemui pantai indah itu menitihkan air matanya, seakan tak ingin kutinggal sekejap saja...
Aku mulai bertanya apakah ini sebenarnya, ku berteriak dalam hati, tak ada satupun yang mendengarkannya, hati mana bisa menyampaikan pesan seruku, hati hanya bisa menentukkan, mengartikan itu saja. Tapi kenapa hati tak dapat mengartikan apa yang aku rasa ini? kenapa dia diam saja seribu bahasa? kenapa dia hanya tersenyum ketika ku berteriak serak? kenapa?!!!
Pantai indah, pasir putih, gelombang pasang, ombak menari dan hembusan angin sejuk. Itulah yang saat ini aku gambarkan, hanya ada kata yang tak terjawab ada rasa yang tak terpecahkan. Terusku mencari jawaban, tapi dimana? ketika ku ingin berlari pantaipun menunjukkan sedihnya, aku tak bisa meninggalkannya begitu saja, aku hanya bisa melihatnya tersenyum, dengan merasakan indahnya dia dihadapanku saat ini...
Inginku bertanya padanya, tapi kenapa mulut ini tak dapat berbicara, ketikaku bertanya hanya hatilah yang tersenyum bahagia. Aku tak boleh menyerah begitu saja, semua pasti ada jawabannya, ya! jawaban dari semua pertanyaan ini...
Aku gundah ketika tak dapat mengungkapkannya, jiwa pemudaku tak membara layaknya api unggun di perkemahan itu, api yang bisa menghangatkan ketika hembusan angin malam tiba bersama sang dingin rasa. Hanya beku yang aku terima, bukan kehangatan yang aku ingin sebelumnya. Asa ini terus mengasah, keyakinan terus ku munculkan, untuk apa? kau bertanya untuk apa?!
Engkau memang hati yang tak tau diri! aku tak tenang ketika tak dapat mengungkapkan apa dibalik semua ini, rasa apa ini? apakah ini skenario hidup? atau realita yang hanya sandiwara??? coba jawab! Lagi-lagi kau hanya bisa tersenyum bahagia, aku ini menderita!!!
Kuatkan aku untuk bisa mencairkan bibir ini untuk dapat berbicara padamu wahai pantai dengan segala keindahan, ini bukan aku! aku bisa bicara! aku bisa mengatakannya! aku bisa bertanya! aneh, memang aneh, ketika aku bertemu denganmu aku menjadi diam, seakan manusia yang tak punya arah pandang....
Dan kenapa kau hanya diam, coba katakan! kenapa ketika aku ingin berlari kau menunjukkan kesedihanmu? kenapa ketika ku berada disisimu kau tersenyum bahagia? kenapa?!!!!
Baiklah, aku akan menjawabnya :
Aku tak ingin kau meninggalkanku walaupun hanya sedetik saja, keberadaanmu membuatku bahagia dan aku belum pernah merasakan kebahagiaan ini sebelumnya. Memang aneh aku hanyalah pantai yang kata manusia indah, sedangkan kau manusia yang punya kehidupan. kau diberikan beku, agar kau memahami arti, rasa dan semua pertanyaan dengan hatimu, bukan dengan bibirmu. Percuma saja kau teriak tapi tak satupun ada yang bisa mendengarkanmu bukan? coba kau pahami dengan hati, kau rasakan dengan hati, kau resapi dengan hati, kelak kau akan menemukan jawaban itu, percayalah padaku....
HAH! Pahami dengan hati? rasakan dengan hati? resapi dengan hati? semudah itu saja? aku bertanya pada hati dan dia hanya tersenyum saja, bagaimana bisa menjawabnya...
Mungkin saat ini kau belum bisa merasakannya tapi "kelak" kau akan menemukannya. Wahai kamu, manusia sering menilaiku indah, tapi tanpa didasadari keindahanku tak akan ada jika kamu tidak ada disisku, itu kenapa aku tak ingin kau pergi walau hanya sedetik, aku mau kau selalu ada disini menemaniku, dan mengagumi akan keindahanku... Pahamilah itu, coba kau rasakan, kau tak hanya mengagumiku tapi kau juga punya rasa besar terhadapku...
kau tak juga paham?
baiklah, pertanyaanmu akan aku jawab, "inilah cinta" yang bisa membuat semua hilang akan pola berfikirnya, merasakan semuanya bahagia tanpa adanya paksaan... aku memang indah tapi ketika tak ada yang menilaiku indah, apa aku tampak terlihat indah? tidak... aku akan tetap seperti ini, ditemani ombak, butir pasir putih, gelombang pasang, pepohonan rindang dan hembusan angin... tapi ketika kau hadir, kata "Indah" itupun muncul, dan aku merasakan kesempurnaan ketika kau ada!......
ketika angin berhembus
ketika itu juga daun kering terbawa jauh
mengerti akan hati
merasakan dengan penuh---------------------------------------------------
"Pantai tak akan indah jika tak ada yang menilainya indah"
@Fajarbrata_ #Cappuccilove
-kedai kopi-
Menurut Kamu....
Bagaimana Jika
"Bagaimana" dan "Jika"
Adalah dua kata yang berbeda
Tapi jika digabungkan...
Maka kata itu punya kekuatan
yang bisa menghantui hidupmu...
"Bagaimana Jika?"
"Bagaimana Jika?"
"Bagaimana Jika?"
Aku tak tahu bagaimana kisahmu berakhir
Tapi jika kau merasa itu "Cinta Sejati"
Maka tak ada kata "Terlambat"
Jika itu "Cinta Sejati"
Kenapa itu tak bisa jadi nyata sekarang ?
Yang kau butuhkan cuma keberanian
untuk mengikuti kata hatimu....
Aku tak tahu seperti apa cinta yang dirasakan romeo
Cinta yang rela meninggalkan orang yang dicintai...
Tapi aku percaya, jika aku bisa merasakannya...
Maka aku punya keberanian untuk meraihnya...
Dan "Jika Tidak"
Kuharap suatu hari kau akan mendapatkannya...
#Cappuccilove
-kedai kopi-







